Definisi Dan Rumusan Desain Etika dalam Islam
Definisi dan Rumusan Desain Etika
Definisi Etika secara umum
Etika adalah istilah yang sangat banyak di pakai dalam berbagi pengertian,dan kita
selalu bingung kana kata ini sering digunakan dalam berbagai versi dan bersinggungan dengan
kata lain, seperti moral etiket,ehtos,akhlak,norma, aturan nurani sopan santun budi pekerti nilai
dan sebagainya.
Ciri-Ciri Etika
1.etika bersifat rasional, artinya benar salah bergantung pada pemikiran manusia
2.digunakan pemikiran yang kritis
3.diatur dan dibahas secara sistematis
4.dibahas secara mendasar
5.merupakan hal yang bersifat normatif atau berbobot nilai-nilai atau norma
Definisi bisnis
Menurut Anis chariri (2011) dalam ilimu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang
menjual barang dan jasa kepada konsumen atau para pebisnis lainnya, untuk memperoleh laba.
Ada tiga hal penting didalam bisnis yaitu:
a. menghasilkan barang dan jasa
b. mencari keuntungan
c. mencoba meneruskan keinginan konsumen
Pegertian Etika Bisnis
Etika bisnis adalah study yang khususkan mengenai moral yang benar atau salah. Study
ini berkonsentrasi pada standard moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Ciri bisnis yang beretika yaitu:
1. tidak merugikan siapapun
2. tidak menyalahi aturan dan norma yang ada
3. tidak melanggar hukum
4. tidak menjelek-jelekkan saingan bisnis
5. mempunyai surat izin usaha
Etika bisnis yang baik dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan juga
mengembangkan sikap saling percaya antar sesama pebisnis.
Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam melakukan bisnis yaitu:
1. memperhatikan kepentingan dan menjaga perasaan orang lain
2. mencegah terjadinya salah paham dengan orang lain.
Definisi etika dalam islam
Etika memiliki dua pengertian.
Pertama, etika sebagaimana moralitas, berisi moral dan norma- norma yang konkret dan menjadi pedoman serta pegangan hidup manusia dalam seluruh kehidupan.
Kedua, etika sebagai refleksi kritis dan rasional. Etika membantu manusia
bertindak secara bebas, tetapi dapat dipertanggung jawabkan.
Etika bisnis mengatur aspek hukum kepemilikan, poengelolaan dan pendistribusian harta.
Sehingga etika bisnis syariah yaitu:
1. menolak monopoli
2. menolak eksploitasi
3. menolak diskriminasi
4.menuntut keseimbangan antara hak dan kewajiban
5. terhindar usaha tidak sehat
Menurut yusuf kardawi iuslam mempunyai etika dalam berdagang (bebisnis) yaitu:
a. menegakkan larangan memperdagangkan barang-barangf yang diharamkan
b. bersikap benar, amanah, dan jujur
c. menegakkan keadlian dan mengharamkan bunga
d. menrapkan kasih saying yang mengharamkan monopoli
e. menegakkan toleransi dan persaudaraan
f. berpegang pada perinsip bahwa perdagangan adalah bekal menuju akhirat
menurut veithzal rivai, etika bisnis, yaitu :
a. kejujuran
b.tidak mengejar keuntungan sebesar-besarnya
c. tidak melakukan sumpah paksu. Hal ini dilarang oleh Rasulullah SAW.dalam hadistnya:”dalam melakukan sumpah palsu, barang-barang memang terjual, tetapi hasilnya tidak berkah.”(HR.bukhari).
d. ramah tamah. Hal ini telah digariskan oileh Rasulullah SAW dalam sabdanya:’ allah
merahmati seseorang yang ramah dan toleransi dalam berbisnis.”(HR.bukhari dan
termidzi).
e. tidak boleh menjelek-jelekkan bisnis orang lain agar orang membeli kepadanya
f. tidak melakukan ikhtikar, menumpuk dan menyimpoan barang dalam masa tertentu,
denga tujuan agar harganya suatu saat menjadi naik dan keuntungan besarpun
diperoleh. Nabi Muhammad SAW bersabda: “barang siapa yang telah melakukan
penimbunan berupa barang, maka baginya ia telah berbuat dosa.”
g. Takaran, ukuran, dan pertimbangan yang benar. Hal ini jelas-jelas dilarang dalam QS.
Al-muthafifin (83): 1-3
h. Membayar upah sebelum kering keringat karyawan. Nabi Muhammad SAW
bersabda: “Berilah upah karyawanmu sebelum mengering keringatnya.”
i. Tidak monopoli
j. Tidak diperbolehkan berbisnis ketika kondisi eksisnya bahaya atau mudarat. Allah berfirman dalam QS. An-Nisaa (4): 29
k. Segera melunasi kridit yang menjadi kewajibannya. Nabi
Muhammad SAW bersabda: “sebaik-baik kamu ialah orang yang segera membayar
utangnya.” (HR. Muslim).
l. Memberi tanggang waktu, apabila pengutang (kreditur) belum mampu membayar.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “barang siapa, yang mempermudah orang yang
kesulitan membayar atau membebaskannya, maka Allah akan memberi naungannya
pada hari yang tak ada naungannya kecuali naungannya.” (HR. Muslim)
m. Bahwa bisnis yang telah dilakukan bersih dari unsur riba. Allah SWT berfirman
dalam QS. Al-baqarah (2): 278
Urgensi Etika dalam Bisnis Islam
Urgensi dalam aktivitas bisnis syariah, dapat ditinjau dari berbagi aspek, yaitu:
1. Aspek teologis.
Bahwa etika dalam islam merupakan ajaran Allah SWT yang diwahyukan kepada Rasulullah
SAW, baik dalam Al-Qur’an maupun sunnah.
2. aspek watak manusia yang ingin cenderung mendahulukan keinginan (will) daripada
kebutuhannya (need). Oleh karena itu, seandainnya etika bisnis mereka tidak menggunakn
etika, maka mereka akan menabrak etika (islam)
3. aspek sosiologis (reality)
Dalam realitas sebagai akibat dari watak dasar atu perilaku manusia yang cenderung amoral,
pada akhirnya akan melahirkan kontes persaingan yang tidak sehat dan semakin keras dalam
dunia global.
Rumusan Desain
Desain metodologis sangat diperlukan agar muslim paling tidak mempunyai acuan standart
moral tersendiri dalam berperilaku etika khususnya pada bisnis.
Tahapan rumusan dan cara kerja penulis dalam mengasumsikan sistem etika bisnis islam:
Tahap I: Pemetaan( maping) nilai-nilai system etika barat dan timur
Tahap II: Proses inserting Islamic values ( memasukkan nilai-nilai islam) pada
standart moral etika.
Proses perkawinan kedua nilai tesebut. Memadukan pola berpikir barat dan pola
nilai timur adalah hal yang mendasari penulis dalam mendesain metodologi system penerapan
etika bisnis islam. Sehingga diharapkan terjadi perkawinan antara materialisme dan
spritualisme secara seimbang.
Tahap III: Inventing the tools
adanya alat penentu kebijakan etika akan sangat memudahkan seorang muslim dalam
menentukan sikap.
Tahapan IV: punishment and Repentance (hukuman dan penyesalan)
Mewajibkan kita untuk berlaku etis dalan
kerja dan bisnis, hanya saja kita juga sepakat kalau kita tidak bisa memaksakan kehendak agar
orang lain mau berperilaku etis terkecuali jika ada keberpihakan dari pihak yang mempunyai
otoritas.
selalu bingung kana kata ini sering digunakan dalam berbagai versi dan bersinggungan dengan
kata lain, seperti moral etiket,ehtos,akhlak,norma, aturan nurani sopan santun budi pekerti nilai
dan sebagainya.
Ciri-Ciri Etika
1.etika bersifat rasional, artinya benar salah bergantung pada pemikiran manusia
2.digunakan pemikiran yang kritis
3.diatur dan dibahas secara sistematis
4.dibahas secara mendasar
5.merupakan hal yang bersifat normatif atau berbobot nilai-nilai atau norma
Definisi bisnis
Menurut Anis chariri (2011) dalam ilimu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang
menjual barang dan jasa kepada konsumen atau para pebisnis lainnya, untuk memperoleh laba.
Ada tiga hal penting didalam bisnis yaitu:
a. menghasilkan barang dan jasa
b. mencari keuntungan
c. mencoba meneruskan keinginan konsumen
Pegertian Etika Bisnis
Etika bisnis adalah study yang khususkan mengenai moral yang benar atau salah. Study
ini berkonsentrasi pada standard moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Ciri bisnis yang beretika yaitu:
1. tidak merugikan siapapun
2. tidak menyalahi aturan dan norma yang ada
3. tidak melanggar hukum
4. tidak menjelek-jelekkan saingan bisnis
5. mempunyai surat izin usaha
Etika bisnis yang baik dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan juga
mengembangkan sikap saling percaya antar sesama pebisnis.
Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam melakukan bisnis yaitu:
1. memperhatikan kepentingan dan menjaga perasaan orang lain
2. mencegah terjadinya salah paham dengan orang lain.
Definisi etika dalam islam
Etika memiliki dua pengertian.
Pertama, etika sebagaimana moralitas, berisi moral dan norma- norma yang konkret dan menjadi pedoman serta pegangan hidup manusia dalam seluruh kehidupan.
Kedua, etika sebagai refleksi kritis dan rasional. Etika membantu manusia
bertindak secara bebas, tetapi dapat dipertanggung jawabkan.
Etika bisnis mengatur aspek hukum kepemilikan, poengelolaan dan pendistribusian harta.
Sehingga etika bisnis syariah yaitu:
1. menolak monopoli
2. menolak eksploitasi
3. menolak diskriminasi
4.menuntut keseimbangan antara hak dan kewajiban
5. terhindar usaha tidak sehat
Menurut yusuf kardawi iuslam mempunyai etika dalam berdagang (bebisnis) yaitu:
a. menegakkan larangan memperdagangkan barang-barangf yang diharamkan
b. bersikap benar, amanah, dan jujur
c. menegakkan keadlian dan mengharamkan bunga
d. menrapkan kasih saying yang mengharamkan monopoli
e. menegakkan toleransi dan persaudaraan
f. berpegang pada perinsip bahwa perdagangan adalah bekal menuju akhirat
menurut veithzal rivai, etika bisnis, yaitu :
a. kejujuran
b.tidak mengejar keuntungan sebesar-besarnya
c. tidak melakukan sumpah paksu. Hal ini dilarang oleh Rasulullah SAW.dalam hadistnya:”dalam melakukan sumpah palsu, barang-barang memang terjual, tetapi hasilnya tidak berkah.”(HR.bukhari).
d. ramah tamah. Hal ini telah digariskan oileh Rasulullah SAW dalam sabdanya:’ allah
merahmati seseorang yang ramah dan toleransi dalam berbisnis.”(HR.bukhari dan
termidzi).
e. tidak boleh menjelek-jelekkan bisnis orang lain agar orang membeli kepadanya
f. tidak melakukan ikhtikar, menumpuk dan menyimpoan barang dalam masa tertentu,
denga tujuan agar harganya suatu saat menjadi naik dan keuntungan besarpun
diperoleh. Nabi Muhammad SAW bersabda: “barang siapa yang telah melakukan
penimbunan berupa barang, maka baginya ia telah berbuat dosa.”
g. Takaran, ukuran, dan pertimbangan yang benar. Hal ini jelas-jelas dilarang dalam QS.
Al-muthafifin (83): 1-3
h. Membayar upah sebelum kering keringat karyawan. Nabi Muhammad SAW
bersabda: “Berilah upah karyawanmu sebelum mengering keringatnya.”
i. Tidak monopoli
j. Tidak diperbolehkan berbisnis ketika kondisi eksisnya bahaya atau mudarat. Allah berfirman dalam QS. An-Nisaa (4): 29
k. Segera melunasi kridit yang menjadi kewajibannya. Nabi
Muhammad SAW bersabda: “sebaik-baik kamu ialah orang yang segera membayar
utangnya.” (HR. Muslim).
l. Memberi tanggang waktu, apabila pengutang (kreditur) belum mampu membayar.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “barang siapa, yang mempermudah orang yang
kesulitan membayar atau membebaskannya, maka Allah akan memberi naungannya
pada hari yang tak ada naungannya kecuali naungannya.” (HR. Muslim)
m. Bahwa bisnis yang telah dilakukan bersih dari unsur riba. Allah SWT berfirman
dalam QS. Al-baqarah (2): 278
Urgensi Etika dalam Bisnis Islam
Urgensi dalam aktivitas bisnis syariah, dapat ditinjau dari berbagi aspek, yaitu:
1. Aspek teologis.
Bahwa etika dalam islam merupakan ajaran Allah SWT yang diwahyukan kepada Rasulullah
SAW, baik dalam Al-Qur’an maupun sunnah.
2. aspek watak manusia yang ingin cenderung mendahulukan keinginan (will) daripada
kebutuhannya (need). Oleh karena itu, seandainnya etika bisnis mereka tidak menggunakn
etika, maka mereka akan menabrak etika (islam)
3. aspek sosiologis (reality)
Dalam realitas sebagai akibat dari watak dasar atu perilaku manusia yang cenderung amoral,
pada akhirnya akan melahirkan kontes persaingan yang tidak sehat dan semakin keras dalam
dunia global.
Rumusan Desain
Desain metodologis sangat diperlukan agar muslim paling tidak mempunyai acuan standart
moral tersendiri dalam berperilaku etika khususnya pada bisnis.
Tahapan rumusan dan cara kerja penulis dalam mengasumsikan sistem etika bisnis islam:
Tahap I: Pemetaan( maping) nilai-nilai system etika barat dan timur
Tahap II: Proses inserting Islamic values ( memasukkan nilai-nilai islam) pada
standart moral etika.
Proses perkawinan kedua nilai tesebut. Memadukan pola berpikir barat dan pola
nilai timur adalah hal yang mendasari penulis dalam mendesain metodologi system penerapan
etika bisnis islam. Sehingga diharapkan terjadi perkawinan antara materialisme dan
spritualisme secara seimbang.
Tahap III: Inventing the tools
adanya alat penentu kebijakan etika akan sangat memudahkan seorang muslim dalam
menentukan sikap.
Tahapan IV: punishment and Repentance (hukuman dan penyesalan)
Mewajibkan kita untuk berlaku etis dalan
kerja dan bisnis, hanya saja kita juga sepakat kalau kita tidak bisa memaksakan kehendak agar
orang lain mau berperilaku etis terkecuali jika ada keberpihakan dari pihak yang mempunyai
otoritas.
Komentar
Posting Komentar