Krisis Keuangan Subprime Mortgage di Amerika Tahun 2008

Krisis Keuangan Subprime Mortgage di Amerika Tahun 2008


  • Latar Belakang
       Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat bermula dari krisis kredit perumahan di
Amerika Serikat. Amerika Serikat pada tahun 1925 telah menetapkan undang-undang mengenai
Mortgage (Perumahan). Peraturan tersebut berkaitan dengan sektor property, termasuk kredit
kepemilikan rumah yang memberikan kemudahan bagi para kreditur. Banyak lembaga keuangan
pemberi kredit property di Amerika Serikat menyalurkan kredit kepada masyarakat yang
sebenarnya secara finansial tidak layak memperoleh kredit yaitu kepada masyarakat yang tidak
memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi kredit yang mereka lakukan. Situasi tersebut
memicu terjadiya kredit macet di sektor property (subprime mortgage).
Kredit macet di sektor property tersebut mengakibatkan efek domino yang mengarah pada
bangkrutnya beberapa lembaga keuangan di Amerika Serikat. Hal tersebut mempengaruhi likuiditas pasar modal maupun sistem perbankan. Kondisi tersebut mengarah kepada terkurasnya likuiditas lembaga keuangan karena tidak memiliki dana aktiva untuk membayar kewajiban yang ada.            Ketidakmampuan membayar kewajiban tersebut membuat lembaga keuangan yang memberikan pinjaman ternacam kebangkrutan. Kondisi yang dihadapi lembaga-lembaga keuangan besar di Amerika Serikat mempengaruhi likuiditas lembaga keuangan yang lain, baik yang berada di Amerika Serikat maupun di luar Amerika Serikat terutama lembaga yang menginvestasikan uangnya melalui
instrument lembaga keuangan besar di Amerika Serikat. Disinilah krisis keungan global bermula.

  • Kronologi Kejadian
Tahun 2007 
1. Agustus : BNP Paribas tidak sanggup mencairkan sekuritas yang terkait dengan
subprime mortgage di Amerika Serikat. The Fed dan ECB memompa likuiditas ke pasar masing￾masing US$ 24 Miliar, dan hampir 95 Miliar Euro. The Fed menurunkan suku bunga menjadi 4,75
%.
2. Oktober : Kerugian besar dialami bank maupun lembaga keuangan seperti UBS Bank
(Swiss), Citibank, dan Merryl Lynch. Bank of England (BOE) melakukan injeksi likuiditas sebesar
10 Miliar Pundsterling akibat penarikan uang besar-besaran (bank run). The Fed kembali
menurunkan suku bunga 25 bps menjadi 4,5%
3. Desember : The Fed mengambil langkah memompa likuiditas melalui kerja sama dengan
lima bank sentral lain, yaitu Bank of Canada, BOE, Bank of Japan, ECB, dan Swiss National Bank.
The Fed memangkas suku bunga 25 bps menjadi 4,25%
Tahun 2008
4. Januari – Maret : Pasar saham global berjatuhan, terendah sejak September 2001. The
Fed kembali menangkas suku bunganya dalam 3 bulan sebanyak 200 bps menjadi 2,25% dan terus
melakukan injeksi likuiditas.

5. September : Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk menyelamatkan Fannie
Mae dan Freddie Mac, yang menjadi program bailout terbesar dalam sejarah Amerika Serikat
selama ini. Lehman Brothers dinyatakan bangkrut, menjadikannya sebagai bank investasi besar
pertama yang benar-benar mengalami kolaps sejak terjadinya krisis. American International Group
(AIG), perusahaan asuransi terbesar di Amerika Serikat., juga diambang kebangkrutan.The Fed
memutuskan untuk memberika bailout sebesar US$ 85 Miliar. 

6. Oktober : Intensitas krisis ke seluruh dunia semakin meningkat, dipicu oleh
kebangkrutan Lehman Brothers. Fight to quality memicu outflows yang menyebabkan
melemahnya nilai tukar. Pemerintah Amerika Serikat akhirnya mengumumkan paket
penyelamatan sektor finansial sebesar US$ 700 Miliar, Inggris mengumumkan paket
penyelamatan perbankan sedikitya sebesar 50 Miliar Poundsterling, Jerman menyediakan bantuan
sebesar 50 Miliar Poundsterlig untuk menyelamatkan Hypo Real Estate Bank. Tindakan tesebut
juga ditambah aksi bersama penurunan suku bunga sebesar 0,5% dengan lima bank sentral lain
yaitu ECB, BoE, Bank of Canada, Swedia, dan Swiss.

7. November – Desember : Tiga negara yaitu Ukraina, Pakistan, dan Eslandia menerima
bantuan finansial dari IMF, disusul oleh Hongaria dan Belarusia Amerika Serikat secara resmi
dinyatakan berada dalam dalam kondisi resesi oleh Economic Research National Bureau of
(NBER). The Fed terus menurunkan suku bunga hingga mencapai level 0,25% yang merupakan
level terendah dalam sejarah.

Tahun 2009
8. Januari – Februari : Angka pengangguran di Amerika Serikat pada bulan Desember 2008
tercatat sebesar 7,2% yang meruoakan angka tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Ekspor Cina
dilaporkan mengalami penuruna terbesar dalam satu decade terakhir. Inggris secara resmi
dinyatakan berada dalam kondisi resesi. Senat Amerika Serikat akhirnya mnyetujui paket
penyelamatan ekonomi senilai US$ 838 Miliar. Pada bulan yang sama US Treasury
mengumumkan paket penyelamatan bank senilai US$ 1,5 Triliun

  • Pelanggaran Etika yang Terjadi
      “Lehman Brothers”, perusahaan sekuritas berusia 185 tahun yang bergerak di bidang
investasi perdagangan saham, dan obligasi, riset pasar, manajemen invetasi, ekuitas pribadi, serta
layanan perbankan juga sebagai palang utama dalam pasar sekuritas perbendaharaan Amerika
Serikat jatuh bangkrut pada tahun 2008, Lehman Brothers diketahui telah melakukan rekayasa
keuangan untuk menutupi ketergantungannya pada pinjaman, hasil investigasi menemukan bahwa
Lehman Brothers menukar asetnya sebesar US 50 Milyar dalam bentuk tunai asset sebelum laporan keuangan dipublikasikan, sehingga untuk sementara waktu beban utang dineracanya
berkurang. Aksi tersebut terekam dalam transaksi yang dinamai Repo (repurchase agreement).
  • Hikmah
       Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari kasus “Krisis Keuangan Subprime Mortgage di
Amerika Tahun 2008” yaitu:

- Bagi Indonesia, momentum krisis keuangan merupakan kesempatan untuk mengbah persepsi pasar modal Indonesia sebagai pasar modal dengan kualitas high risk high return menjadi karakter pasar modal yang dapat memberikan harapan tingkat keuntungan (expected return) yang optimal dengan tingkat resiko investasi minimum sehingga bisa menarik modal masuk.
Penurunan Fed funds rate ke level 3%, direspon oleh Bank Indonesia dengan tetap
mempertahankan BI rate pada tingkat 8%, yang menyebabkan derasnya capital in flow ke
Indonesia pada triwulan ke tiga mencapai US$ 1,3 miliar. Kebijakan ini positif jika dilihat dari
upaya mengurangi tekanan inflasi karena imported inflation .
  • Kesimpulan
       Kemunculan produk subprime mortgage yang dilatarbelakangi oleh cita-cita pemerintah
Amerika Serikat untuk memperluas akses kepemilikan properti bagi seluruh penduduk, terutama
mereka yang selama ini termarginalisasi dalam hal perumahan, berubah menjadi “bumerang” bagi
perekonomian Negara adidaya tersebut. Kredit perumahan subprime yang membidik pangsa pasar
dengan risiko gagal bayar tinggi, tentunya akan menerapkan tingkat suku bunga yang tinggi pula
sebagai “penyeimbang” dari risiko tadi. Penerapan suku bunga yang tinggi tersebut menjadi daya
tarik bagi komunitas perbankan dan penyedia kredit di tengah persaingan perekonomian kapitalis
Amerika Serikat yang dinamis Adanya permainan keuangan pada lembaga peminjaman Lehman Brothers, membuat perekonomian memburuk yang akhirnya menjadi krisis keuangan global pada tahun 2008.

Komentar